Amanat Upacara di SMAN 1 Gunung Meriah Tekankan Pentingnya Disiplin

Menurut Maya Kartika, disiplin harus dimulai dari hal paling mendasar, yakni disiplin waktu. Ia menegaskan bahwa kemampuan mengatur waktu akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

Kegiatan upacara bendera di SMA Negeri 1 Gunung Meriah,

Gunung Meriah — Pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Maya Kartika, S.Pd., menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci keberhasilan dalam amanat upacara yang digelar pada Senin (19/1/2026). Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa disiplin merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik.

Menurut Maya Kartika, disiplin harus dimulai dari hal paling mendasar, yakni disiplin waktu. Ia menegaskan bahwa kemampuan mengatur waktu akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. “Jika kalian sudah bisa mengatur waktu, insyaallah kalian akan mampu berdisiplin dalam banyak hal, baik disiplin dalam ibadah, bersosialisasi, maupun dalam menjaga etika yang baik,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Ia juga mengingatkan bahwa SMA Negeri 1 Gunung Meriah telah menetapkan pukul 07.40 WIB sebagai waktu bel masuk sekolah. Meskipun jumlah siswa yang terlambat mulai berkurang, pembina upacara menilai masih terdapat sebagian siswa yang belum menunjukkan kedisiplinan dalam hal ketepatan waktu. “Itu berarti masih ada siswa yang belum mampu mengatur waktunya. Saya mohon seluruh siswa mengutamakan kedisiplinan, terutama dalam persiapan berangkat ke sekolah,” tegasnya.

Maya Kartika menambahkan bahwa pihak sekolah akan memantau kedisiplinan siswa secara berkelanjutan. Apabila keterlambatan terjadi hingga tiga kali, sekolah akan memberitahukan hal tersebut kepada orang tua sebagai bentuk pembinaan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi adanya siswa yang berpamitan berangkat sekolah, namun tidak langsung menuju sekolah.

Selain disiplin waktu, pembina upacara juga menyoroti pentingnya disiplin belajar. Ia menekankan agar siswa tetap berada di kelas masing-masing saat pergantian jam pelajaran. “Jika pada waktu pergantian jam ada yang keluar tanpa keperluan, itu menunjukkan belum adanya disiplin dalam belajar,” jelasnya.

Ia mencontohkan masih adanya guru yang harus menunggu hingga 10 menit karena siswa belum kembali ke kelas, sehingga berdampak pada keterlambatan proses pembelajaran dan ketertinggalan materi. Oleh karena itu, Maya Kartika yang juga wali kelas XI F6 mengajak seluruh siswa untuk berkomitmen menjaga kedisiplinan, termasuk mematuhi tata tertib upacara hingga selesai.

Menutup amanatnya, ia menegaskan bahwa disiplin merupakan wujud dari sikap saling menghargai. “Disiplin adalah bentuk menghargai. Hargai sesama teman dan para guru, termasuk dengan tegur sapa. Masih ada siswa yang bahkan tidak tersenyum saat berpapasan dengan guru di gerbang sekolah. Sikap seperti ini harus dihilangkan,” pungkasnya.

Melalui amanat tersebut, pihak sekolah berharap nilai-nilai kedisiplinan dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik dan tercermin dalam sikap serta perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah. [FK]

_________________________________________________________

Pembina Upacara (19/01):

Maya Kartika, S.Pd.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
Gerakan Bangga dan Cinta Mengggunakan Produk Aceh
LINK TERKAIT