
Mami Hastuti menyampaikan pesan moral dan motivasi kepada seluruh peserta upacara. Ia menekankan bahwa kehidupan bersifat dinamis dan menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, perubahan status dan peran adalah hal yang wajar, selama tetap berfokus pada tujuan utama kehidupan, yakni beribadah kepada Allah dan menjalani kehidupan sesuai aturan yang berlaku.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Handoko, S.P., M.Eng., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Handoko menekankan pentingnya menumbuhkan empati di kalangan peserta didik. Ia menyampaikan pesan moral yang kuat dengan menegaskan bahwa empati harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dalam arahannya, Mami Hastuti, S.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampakan bahwa kompetisi ini adalah ajang yang ditunggu-tunggu untuk mengukur sejauh mana hasil belajar yang sudah dilakukan selama ini. "Saya yakin Ananda pasti bisa; jadi jangan ragu tuk berprestasi dan tetaplah optimis!", harapnya.
“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” ucap Menteri Mu’ti dalam pernyataan pada taklimat media TKA, di Jakarta (22/12).
Dalam rangka penguatan tata kelola asesmen, BSKAP memastikan pemanfaatan hasil TKA selaras dengan prinsip keadilan dan pemerataan layanan pendidikan. Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah serta menyusun kebijakan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
"Jangan pernah meninggalkan sholat, terutama para laki-laki, diutamakan sholat berjamaah di masjid. Kalau sholat di rumah, kita kasih rok saja," tambah beliau sambil bercanda, yang membuat suasana semakin hangat, tawa dan semangat dari ratusan siswa yang hadir.
Expo Panen Karya P5 2024 ini menjadi bukti nyata implementasi kurikulum berbasis penguatan karakter dan proyek. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan di SMA Negeri 1 Gunung Meriah tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan aplikatif yang relevan dengan tantangan dunia nyata.
Koordinator Perpustakaan dan literasi SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Yenny Zumainar, S Pd. menjelaskan, pelatihan jurnalistik tingkat dasar ini merupakan tindak lanjut dari gerakan literasi sekolah (GLS). “Kalau mereka sudah terampil menulis, tulisan tadi bisa dikirim ke media massa berupa tulisan jurnalisme warga. Paling tidak mengisi website sekolah dan majalah dinding yang ada,” ujar Yenny.