
Siswa tidak hanya memperoleh keterampilan bertani, tetapi juga menumbuhkan semangat dan kepedulian terhadap program ketahanan pangan di masa mendatang.
Ekstrakurikuler Hortikultura SMAN 1 Gunung Meriah Panen Ubi Jalar
Gunung Meriah — Kegiatan ekstrakurikuler Hortikultura SMA Negeri 1 Gunung Meriah kembali menunjukkan hasil positif. Pada pagi hari ini, pembina ekstrakurikuler Hortikultura, Nikmatusakdiah, S.Pd., mendampingi siswa kelas X E3 bersama perwakilan anggota hortikultura lainnya melakukan panen ubi jalar di lahan belakang gedung UKS.
Ubi jalar tersebut merupakan hasil tanam yang dilakukan sejak akhir November 2025. Meski waktu panen mengalami keterlambatan sekitar satu bulan dari masa ideal, hasil yang diperoleh tetap memuaskan. “Walaupun dipanen terlambat satu bulan, alhamdulillah hasilnya cukup baik,” ujar Nikmatusakdiah.
Secara umum, masa panen ubi jalar berada pada rentang 3–4 bulan setelah tanam. Keberhasilan panen ini tidak terlepas dari peran aktif siswa yang terlibat sejak tahap awal, mulai dari pengolahan lahan, pembuatan bedengan, hingga penyiapan bibit dan perawatan tanaman.
Dari lahan yang digunakan, siswa berhasil memanen sekitar 50–60 kilogram ubi jalar. Lahan tersebut memiliki ukuran kurang lebih 18 meter x 6 meter, namun area efektif yang dapat ditanami hanya sekitar 10 meter x 6 meter karena sebagian lahan terhalang fasilitas seperti bangunan, tangki air, dan instalasi sanitasi.
Ke depan, kegiatan bercocok tanam direncanakan akan dikembangkan di lahan lain yang berada di belakang kelas X E1 agar hasil yang diperoleh semakin optimal.
Setelah panen, siswa tampak antusias membersihkan hasil panen dan memasarkan ubi jalar kepada guru serta beberapa siswa. Sebelumnya, ekstrakurikuler Hortikultura juga telah berhasil melakukan panen kacang kedelai dan kacang tanah pada semester lalu.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Aceh Singkil, Handoko, M.T., yang berkesempatan melakukan kunjungan ke sekolah pada hari yang sama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh keterampilan bertani, tetapi juga menumbuhkan semangat dan kepedulian terhadap program ketahanan pangan di masa mendatang.