
Rosmidar Tinambunan, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya peserta didik memahami tujuan bersekolah serta makna belajar dalam kehidupan sehari-hari. Amanat diawali dengan pertanyaan yang mengajak siswa untuk merenung.
Calon peserta didik wajib melengkapi formulir pendaftaran beserta dokumen pendukung, antara lain fotokopi Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, pas foto, rapor semester 1–5 dengan nilai rata-rata minimal 80 (dilegalisir), serta sertifikat prestasi akademik maupun nonakademik .
Menurut Maya Kartika, disiplin harus dimulai dari hal paling mendasar, yakni disiplin waktu. Ia menegaskan bahwa kemampuan mengatur waktu akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Rizna Virdasari, salah satu anggota OSIS, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa. “Kegiatan ini menambah wawasan dan keimanan kami sebagai pelajar,” katanya.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan harapan agar peringatan Isra’ Mi’raj ini mampu membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam diri siswa dan tercermin dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya.
Peringatan Hari Besar Islam ini dikemas dalam bentuk pengajian dan tausyiah keagamaan yang bertujuan memperkuat keimanan serta memetik hikmah dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW, khususnya terkait kewajiban menunaikan shalat lima waktu sebagai tiang agama.