
Peringatan Hari Besar Islam ini dikemas dalam bentuk pengajian dan tausyiah keagamaan yang bertujuan memperkuat keimanan serta memetik hikmah dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW, khususnya terkait kewajiban menunaikan shalat lima waktu sebagai tiang agama.
Mami Hastuti menyampaikan pesan moral dan motivasi kepada seluruh peserta upacara. Ia menekankan bahwa kehidupan bersifat dinamis dan menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi dengan perubahan. Menurutnya, perubahan status dan peran adalah hal yang wajar, selama tetap berfokus pada tujuan utama kehidupan, yakni beribadah kepada Allah dan menjalani kehidupan sesuai aturan yang berlaku.
"Jangan pernah meninggalkan sholat, terutama para laki-laki, diutamakan sholat berjamaah di masjid. Kalau sholat di rumah, kita kasih rok saja," tambah beliau sambil bercanda, yang membuat suasana semakin hangat, tawa dan semangat dari ratusan siswa yang hadir.
Koordinator Perpustakaan dan literasi SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Yenny Zumainar, S Pd. menjelaskan, pelatihan jurnalistik tingkat dasar ini merupakan tindak lanjut dari gerakan literasi sekolah (GLS). “Kalau mereka sudah terampil menulis, tulisan tadi bisa dikirim ke media massa berupa tulisan jurnalisme warga. Paling tidak mengisi website sekolah dan majalah dinding yang ada,” ujar Yenny.
Tantangan di ruang digital di tanah air saat ini semakin besar. Konten-konten negatif terus bermunculan, kejahatan di ruang digital terus meningkat. Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, dan radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.